Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa: Antara Tekanan Sosial dan Pencarian Identitas Diri
by Najwa Rany Shallaby
Selasa, 31 Maret 2026
Pernah tidak kalian merasa takut atau cemas ketika tidak mengikuti tren atau aktivitas yang sedang populer di media sosial? Apalagi ketika melihat teman kalian mengikuti tren tersebut, kalian langsung merasa harus mengikuti juga apa yang mereka lakukan. Ternyata, ada istilah yang digunakan untuk kondisi seperti itu. Fear of Missing Out atau yang lebih sering disebut FOMO adalah keadaan ketika seseorang merasa takut atau cemas ketika dia tidak mengikuti tren atau aktivitas yang sedang populer dilakukan oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya. Meskipun terkadang aktivitas yang sedang populer itu tidak bermanfaat baginya, dia tetap mengikutinya agar mendapat pengakuan dari orang-orang di sekitarnya.
Pada umumnya, remaja merupakan yang paling rentan terhadap FOMO. Mahasiswa yang sedang berada pada fase remaja akhir tidak dapat dipisahkan dari pengaruh media sosial yang kemudian menimbulkan keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain serta memiliki kebutuhan akan pujian atau pengakuan dari lingkungannya (Chyquitita, 2024). Bagi sebagian besar remaja, media sosial tidak hanya sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi momen berharga, mendapatkan pengakuan, serta membangun identitas diri.
Munculnya rasa FOMO dapat dipengaruhi oleh tekanan sosial atau pencarian identitas diri pada remaja. Mahasiswa seringkali mendapat tekanan untuk terlibat dalam setiap aktivitas yang dianggap populer atau penting oleh kelompok teman sebayanya. Sebagai upaya untuk mempertahankan hubungan sosialnya, mereka memantau media sosial secara intens karena takut akan melewatkan sesuatu yang menarik atau penting (Chyquitita, 2024). Mahasiswa sering kali terpengaruh akan citra yang dibangun oleh teman-temannya di media sosial sehingga meningkatkan perasaan FOMO dan merasa perlu untuk mengejar citra sempurna yang tampaknya dimiliki oleh teman-temannya.
Tekanan sosial yang menyebabkan FOMO biasanya muncul dari teman sebaya, media sosial, atau lingkungan kampus. Contohnya adalah kecenderungan untuk mengikuti setiap kegiatan seperti organisasi, kepanitiaan, ataupun komunitas. Mahasiswa cenderung mengambil peran dalam beberapa kegiatan tanpa berpikir apakah kegiatan itu sejalan dengan minat atau tujuan mereka (Yusuf, t.t.). Walaupun sudah disibukkan dengan beban akademik kampus, seorang mahasiswa tetap mendaftar banyak kegiatan karena takut dianggap tidak produktif, “ketinggalan” pengalaman, dan kalah dari teman-temannya.
Selain itu, ketika melihat sekelompok teman sebayanya sering nongkrong di kafe atau jalan-jalan, mahasiswa yang sebenarnya ingin menghemat uang sakunya tetap memutuskan untuk ikut dan bergabung karena takut tidak dianggap sebagai bagian dari kelompok pertemanan dan takut dijauhi. Hal ini membuatnya merasa perlu memboroskan uang untuk sesuatu yang tidak penting atau berperilaku konsumtif demi menghindari rasa tertinggal. Oleh karena itu, kondisi remaja yang butuh untuk terhubung dengan lingkungannya terkadang membuat mereka melakukan apa saja demi menarik perhatian orang lain.
Pada fase pencarian identitas diri, remaja akan memutuskan apa yang ingin mereka capai dan apa yang mereka yakini. Remaja akan mengalami keraguan dan kebingungan tentang siapa diri mereka sebelum mereka dapat mengembangkan identitas yang stabil (Feist et al., 2021). Pada masa perkembangan ini, remaja sering kali mengalami krisis identitas yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi serta dorongan untuk mencoba hal baru dan sensitif dengan pendapat orang lain (Chyquitita, 2024). Ketika seorang mahasiswa masih mencari identitas diri, ia cenderung ingin diterima di lingkungan sosial, mengikuti tren, dan membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini juga yang menyebabkan munculnya rasa FOMO dalam diri individu.
Maka dari itu, sangat penting bagi mahasiswa untuk mengetahui solusi yang tepat sebagai upaya untuk menghilangkan rasa FOMO tersebut. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghargai diri sendiri. Kita perlu menerima kondisi atau keadaan diri kita baik itu kelebihan maupun kekurangan tanpa membandingkannya dengan orang lain. Menghargai diri sendiri dapat juga berupa memiliki pemikiran bahwa kita tidak harus memaksakan diri untuk melakukan suatu hal demi mendapatkan pengakuan dari orang lain (Chyquitita, 2024).
Solusi lainnya adalah dengan membatasi penggunaan media sosial (Yusuf, t.t.). Terlalu memperhatikan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna dan menyenangkan di media sosial dapat memicu perasaan iri atau cemas. Sebaiknya waktu luang yang dimiliki digunakan untuk hal-hal yang lebih positif seperti membaca buku, olahraga, atau belajar mengembangkan skill baru. Ketika kita sudah disibukkan dengan hal-hal positif tersebut, kita tidak punya waktu lagi untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh orang lain.
Langkah terakhir yaitu mampu menentukan prioritas. Belajarlah untuk menolak sesuatu yang tidak sejalan dengan tujuan dan prioritas diri. Tidak semua tren, aktivitas, atau pengalaman yang orang lain lakukan harus kita ikuti (Yusuf, t.t.). Dengan menentukan prioritas secara bijak, kita dapat memberi kesempatan pada diri sendiri untuk fokus pada hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuan kita.
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fenomena FOMO di kalangan remaja, khususnya pada mahasiswa, tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga berkaitan dengan pengaruh tekanan sosial dan pencarian identitas diri. Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa untuk mengenali dan mengatasi perasaan tersebut dengan cara menghargai diri sendiri, membatasi penggunaan media sosial, dan menentukan prioritas yang terbaik bagi dirinya. Karena pada akhirnya, yang terpenting adalah fokus pada apa yang terbaik bagi kehidupan kita sendiri, bukan kehidupan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Chyquitita, T. (2024). Mengurai fenomena FoMo di kalangan remaja. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3763–3771. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7406
Feist, G. J., Feist, J., & Roberts, T. A. (2021). Theories of Personality (10th ed.). McGraw-Hill Education.
Yusuf, H. H. (t.t.). Fenomena FOMO di kalangan mahasiswa: Antara ikut tren dan jati diri. CDC UIN SSC. https://cdc.uinssc.ac.id/fenomena-fomo-di-kalangan-mahasiswa-antara-ikut tren-dan-jati-diri-p0716