Geutanyo bangsa aceh
by Sritek Ofc
Selasa, 31 Maret 2026
Dimulai dari malam yang penuh keresahan sebagai rakyat yang mencintai negaranya. Mata yang penuh dengan kebencian yang enggan terpejam, apakah kita baik-baik saja sebagai warga negara? Apakah kita masih memiliki hak bersuara? Dan apa pemerintahan kita masih mempedulikan rakyatnya?
tentu kali ini kita mulai dari aceh selaku bangsa yang besar yang menolak tunduk ketika dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Namun kenyataannya aceh telah dijajah bukan oleh bangsa lain melainkan bangsa kita sendiri. Berapa tahun pasca aceh dan indonesia menjalin perdamaian? Apa yang kita rasakan pasca damai? Yaa kita melihat para petinggi GAM hidup bergelimang harta, kekuatan politik yang absolute, serta ke angkuhan yang jelas-jelas dan nyata. mereka lupa angkuh dan sombong hanya milik tuhan, bukan begitu tuhanku? Ckckck. Mungkin ini terlihat keras dan frontal APAKAH MEREKA LUPA TENTANG IDIOLOGI TGK CHIK HASAN DI TIRO? Alasan hasan di tiro memulai perang? Euu mungkin karna pengaruh java terlalu kuat hingga kita lupa bahwasannya aceh pernah bertukar kabar dengan bangsa-bangsa besar yang lain sebelum kita menjadi bagian dari indonesia, THE NEW YORK TIMES pernah memberitakan pembantaian masal warga aceh oleh tentara republik indonesia pada masa (DI/TII) yang saat ini menjadi bagian dari kita. Apa yang telah di perjuangkan oleh pemerintahan aceh untuk rakyatnya? Sehingga kita menjadi provinsi yang paling miskin pasca damai. Kita tidak berbicara soal bencana dan berapa izin tambang yang sudah ditanda tangani, Soal ham? Alah-alah sampai detik ini masih ada istri yang kehilangan suaminya, anak yang tidak tau dimana letak makam bapaknya. hasil bumi aceh? Untuk di sajikan ke tuan-tuan pusat di javamen, otsus? Aa ini berat karna ya gitu mahkluk gaib tak kasat mata, bukankah suatu kemunduran bagi bangsa yang besar? Kruu semangat tanyoe ka meurampot. Kenapa kita sudah tidak berani meminta hak dan beradu argumen dengan javamen/pusat kah? Jelas tidak, penyebab salah satunya telah banyak dikasih bahkan dimenangkan, jadi kita di paksa untuk tunduk serta diam dan untuk kepentingan beberapa kelompok yang mengatas namakan rakyat aceh yang merdeka, selaku warga acehnese yang berdaulat jangan jadikan kehadiran pemerintah justru untuk memperburuk keadaan. Jika telalu banyak pengaruh yang tidak berdampingan dengan masyarakat setidaknya jangan menyusahkan rakyat. Namun dibalik itu semua kami masih menyisakan api-api perjuangan, berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Kurasa kami hanya bisa menaik-kan untuk di turunkan kan kami hanya bisa berdoa. Yang perlu di ketahui oleh budak, rakyat aceh membiayai seluruh biaya kehidupanmu selama budak masih menjabat. Ah sungguh menyebalkan kehidupan bernegara.