Negri tuan-tuan sekalian
by Sritek Ofc
Rabu, 01 April 2026
Berapa hari lagi kita bisa bersuara, mungkin tidak lebih dari pada hari ini. Aku tidak ingin terus-terusan berburuk sangka tapi memang tidak ada kabar baik yang di kumandangkan negara, apakah pantas seorang petani, nelayan, buruh, serta kaum menengah kebawah mempertanyakan kebijakan yang di agungkan oleh negara?
kalian berharap apa wahai buruh tetaplah memburuh untuk makan di esok hari, negara ini telah berubah kaprah tidak ada hal suatu hal yang menguntungkan bagi kalian, Tidurla.
petani sebelum fajar menyingsih kau telah harus berada di ladangmu dengan cangkul dan parang yang setengah mati kau asah untuk negara, tapi tetap saja panen raya mu dibeli murah guna menyangga tatanan negri. Jangan terlalu banyak berinovasi untuk ladangmu yang harus kau gunakan tetap produk berizin sni bersertifikasi negara jika tidak jeruji tempatmu. Tidurla.
kaum-kaum miskin, tidak ada tempat untukmu di negeri yang kaya ini entah kau lapar entah kau sakit entah kau ngemper dijalanan negara tak peduli tapi ketika kau mempertanyakan hak mu kau akan dipukuli dengan dalih mengganggu keamanan negara. Tidurla.
yang berhak berhak bersuara mereka yang kalian pilih yang tidak pernah merasakan apa yang kalian rasakan mereka yang tidak tau soal arah kebijakan mereka yang terlalu pintar untuk dicap bodoh, eeu itula perwakilan kita yang tidak pernah mewakili. Bahkan yang lebih parahnya pemimpin yang kalian agungkan tak punya belas kasihan ketika kau mengkritik ketika kau bersuara kau di anggap orang lain di negri yang kalian cintai ini bahkan di cap antek-antek asing yang harus di hilangkan. Sungguh kehidupan yang indah bukan? Mau sampai kapan punya pemimpin yang selalu menghamba terhadap barat dengan dalih perdamaian, bukankah kita murid timur yang cerdas? Yang mereka tau kita ancaman, beban serta musuh bagi negara yang kita cintai sungguh aneh, tapi inilah negri kita. Selamat malam.